belajar dan berbagi

Makalah Perspektif Gender Dalam Manajemen

A. Perspektif Gender Dalam Manajemen.
Sudut pandang gender dalam manajemen memiliki cakupan pembahasan yang menyangkut tentang pandangan berbagai pihak atas pengertian gender dalam lingkup manajemen. Manajemen diartikan sebagai satu kelompok personil pimpinan organisasi atau kumpulan orang-orang tertentu. Walaupun demikian dapat saja manajemen tersebut diartikan sebagai proses penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran tertentu.


Dari pengertian singkat itu, maka pembahasan perspektif gender akan banyak berkaitan dengan masalah konsep gender dan sudut pandangnya dalam lingkup dari manajemen organisasi atau kelompok tertentu. Fakta sekarang ini semakin banyak dan justru mulai nampak ada kecenderungan semakin berperannya wanita dalam dalam posisi manajemen organisasi atau kelompok tertentu.
Namun dalam kondisi seperti itu belum merupakan jaminan bahwa telah diakomodasinya konsep gender dalam lingkup manajeman, mungkin secara tidak langsung, selama ini telah terjadi proses pengakomodasian kemampuan wanita dalam memimpin organisasi, namun hal itu lebih banyak berdasarkan penilaian rasional atas kemampuan dan prestasi yang berhasil ditunjukkan mereka.
Apa yang dapat ditemukan sekarang ternyata sudah ada beberapa personil manajemen wanita. Mereka umumnya justru dipilih dengan kriteria berdasarkan kemampuannya (profesionalisme), ditinjau dari penguasaan pengetahuan atau keterampilan. Hal-hal tersebut menggambarkan bahwa posisi wanita di sejumlah organisasi umumnya telah diterima.
Paling tidak dalam tiga dasawarsa terakhir ini telah tumbuh pengakuan tentang pentingnya peran wanita dalam proses pembangunan. Masih dirasakan bahwa peran dan partisipasi kaum wanita itu ternyata belum sepenuhnya dapat terkait dengan proses dan kegiatan pembangunan nasional dan fakta konkrit, dapat ditemukan indikasi tentang kesenjangan kesempatan dan kemampuan antara pria dan wanita, sehingga tidak cukup peluang untuk menjadi mitra kerja yang aktif dalam berbagai bidang. Memperhatikan kondisi dan pandangan banyak pihak pada posisi dan keterlibatan wanita dalam perencaaan pembangunan pada gilirannya telah menyebabkan semakin pentingnya mengakomodasi keberadaan para wanita itu saat ini maupun di masa mendatang.
Berikut ini dicatat kembali beberapa catatan tentang gender. Gender tidak sama dengan jenis kelamin (sex). Kadangkala dalam manajemen terjadi diskriminasi gender, artinya ialah pembedaan perlakuan, fasilitas, prioritas, hak maupun kesempatan.

B. Peran dan Fungsi Kelompok Manajemen
Jika diperhatikan peran dan fungsi kelompok manajemen dari suatu organisasi adalah secara semata-mata memimpin organisasi mewujudkan sasaran yang telah ditetapkan melalui pengalokasian dan pengendalian penggunaan sumber daya yang tersedia, termasuk memanfaatkan secara efektif dan efisien. Untuk itu apa yang diperlukan oleh manajemen organisasi tersebut pada para anggotanya diantaranya mencakup aspek-aspek:
1. Penguasaan pengetahuan, keterampilan dan sikap yang sesuai dan mampu mendukungnya dalam mengambil keputusan dan memecahkan persoalan.
2. Pemilihan sikap kepemimpinan dan terampil menerapkan hubungan antara personil yang efektif serta profesional dalam berorganisasi atau presentasi.
3. Pemilikan kemampuan yang efektif manakala menerapkan perannya sebagai anggota tim manajemen.
4. Pemilikan sikap kewirausahaan dan inovasi serta transparansi dalam menerima masukan atau umpan balik, termasuk proaktif dalam menghadapi berbagai perubahan maupun dampaknya.
5. Pemilikan rasa tanggungjawab dan memiliki perusahaan dan bukan sekedar sebagai orang yang bekerja dan untuk itu ia memperoleh balas jasa.

Dengan cakup gambaran minimum tentang kebutuhan umum yang diperlukan agar seseorang dapat bergabung dalam kelompok manajemen satu oragnisasi, pada dasarnya memerlukan track record yang jelas. Dan hal itu hanya mungkin diisi bagi mereka yang mengikuti jalur karir, sehingga melalui proses belajar yang ditempuhnya seseorang dapat mencapai karir tertingginya. Dalam kaitan itu pula nampaknya bahwa konsep gender seharusnya juga dapat diterapkan secara efektif dan transparan dalam proses mengelola kelompok manajemen tersebut. Untuk itu diperlukan pula proses sosialisasi konsep ini dalam kalangan eksekutif muda agar dapat menghilangkan berbagai ketidak fahaman tentang konsep gender, yang dapat mengakibatkan tumbuh dan berkembangnya ketidak seimbangan perlakuan antara aki-laki dan wanita yang sama-sama sebelumnya telah melalui track record tertentu dan mampu melalui proses persaingan yang kadang-kadang dalam praktek cukup sengit. Di samping itu dapat pula timbul upaya membedakan tugas dan perlakuan terhadap karyawan pria dan wanita. Kondisi ini memang perlu dikaji lebih lanjut, karena bisa jadi adapula kegiatan-kegiatan yang menurut faktanya sukar untuk dialokasikan kepada tenaga kerja wanita mengingat kegiatannya memerlukan dukungan fisik dan psikologi yang umumnya atau sebagian besar hanya dapat dipenuhi oleh tenaga pria (misalnya mereka yang bekerja di tungku perapian atau boiler). Demikian pula dampak lainnya adalah banyak keputusan yang kurang menguntungkan wanita.

C. Peran Sosial Wanita Dalam Lingkungan Manajemen.
Perspektif gender dalam manajemen tidak akan banyak menghadapi kendala. Walaupun demikian hal itu umumnya berlaku di wilayah perkotaan atau daerah relatif belum cukup terbuka, peran wanita dalam manajemen masih langka. Hipotesisnya justru menunjukkan bahwa tidak tersedia kandidat dari pihak wanita yang mampu bersaing dengan pihak pria. Hanya wanita-wanita yang mampu memenuhi tuntutan (tidak tertulis tetapi nampak sebagai tuntutan) seperti tegar dalam memegang prinsip, disiplin dalam bekerja dan bertindak, pandai dan terampil serta kerap kali berani berkorban untuk bekerja melampaui jam-jam normal, serta kerap kali pantang menyerah umumnya akan dengan bersaing untuk meraih posisi dalam kalangan manajemen atas. Kesemuanya itu tentu saja akan didukung oleh prestasi yang dapat dibuktikan.
Pada akhirnya kita tentu boleh bergembira dengan kondisi seperti itu di mana peran sosial wanita dalam lingkungan manajemen bukan lagi menjadi maslaah serius, namun tentu saja sosialisasi konsep gender perlu dilakukan, di samping perlu dukungan nyata melalui upaya pembinaan kualitas untuk meningkatkan pengetahuan dan kewirausahaan mereka di samping juga perubahan nilai-nilai sosial dan kelompok masyarakat yang ada. Ketidak adilan gender akan mengakibatkan terjadinya kondisi yang merugikan pihak wanita, seperti marginalisasi bidang ekonomi atau tumbuhnya sikap subordinasi (tidak penting atau anggapan lebih rendah) serta stereotype atas kemampuan wanita, yang dalam manifestasinya mengakibatkan pihak wanita tidak pernah mampu memberikan partisipasinya dalam kelompok manajemen.
Makalah Perspektif Gender Dalam Manajemen
Labels: Makalah

Thanks for reading Makalah Perspektif Gender Dalam Manajemen. Please share...!

0 Komentar untuk "Makalah Perspektif Gender Dalam Manajemen"

Yang sudah mampir wajib tinggalkan komentar

Back To Top