belajar dan berbagi

Bertanam Kangkung

PEMBAHASAN


Tanaman kangkung adalah batang muda dan pucuk-pucuknya sebagai bahan sayur-sayuran, kegunaan sayuran kangkung selain sebagai sumber vitamin A dan mineral yang berguna bagi kesehatan tubuh, juga dapat berfungsi untuk menenangkan saraf atau berkhasiat sebagai obat tidur.

A. Syarat Tumbuh
Kangkung mempunyai daya adaptasi cukup luas terhadap kondisi iklim dan tanah di daerah tropis sehingga dapat ditanam (dikembangkan) di berbagai wilayah Indonesia, persyaratan tumbuh yang harus diperhatikan dalam perencanaan budidaya kangkung sebagai berikut:


1) Syarat Iklim
Kangkung dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik di dataran rendah sampai dataran tinggi (pegunungan) kurang lebih 2.000 m dpl dan diutamakan lokasi lahan terbuka atau mendapat sinar matahari yang cukup, tetapi jika di tempat yang terlindung, tanaman kangkung akan tumbuh memanjang tetapi kurus-kurus.

2) Syarat Tumbuh
a. Kangkung Air
Kangkung air membutuhkan tanah yang banyak mengandung air dan lumpur, misalnya rawa-rawa, persawahan atau kolam-kolam. Pada tanah yang kurang air (kekeringan), tanaman kangkung air pertumbuhannya akan kerdil dan lambat serta rasanya menjadi liat (kelat).


b. Kangkung Darat
Kangkung darat menghendaki tanah yang subur, gembur, banyak mengandung bahan organik dan tidak mudah menggenang. Pada tanah yang becek, akar-akar dan batang tanaman kangkung darat akan mudah membusuk.

B. Penyiapan Alat dan Bahan Tanam
1. Alat
Alat yang diperlukan dalam pembudidayaan tanaman kangkung antara lain:
a. Traktor/Bajak Sapi
b. Cangkul
c. Sabit
d. Sekop/Lempak
e. Timbangan
f. Meteran
g. Tambang Kenco
h. Bakul
i. Hand Sprayer/Emprat

2. Bahan
Bahan-bahan yang diperlukan dalam budidaya tanaman kangkung sebagai berikut:
a. Benih
1. Kangkung Air
• Kangkung air dikembangkan secara vegetatif dengan setek-setek pucuk ataupun batang.
• Ukuran panjang setek antara 20-25 cm dan untuk lahan seluas satu hektar (10.000 m2), diperlukan bahan tanam (bibit) sekitar 17.000 atau ± 17 setek/10 m2 luas lahan.
• Bahan tanam dipilih dari pohon induk yang pertumbuhannya subur dan sehat, serta jenis yang unggul.

2. Kangkung Darat
• Kangkung darat dapat dikembangkan dengan biji (secara generatif) atau secara vegetatif berupa stek pucuk, tetapi para petani umumnya menggunakan bahan tanam yang berasal dari biji (benih).
• Kebutuhan benih kangkung darat untuk penanaman seluas satu hektar (10.000 m2) adalah ± 2.5 Kg.
• Benih di pilih yang memenuhi persyaratan, yaitu kulitnya bernas, tidak keriput, sehat, murni (tidak tercampur dengan varietas lain). Daya kecambahnya tinggi (diatas 80%) dan berasal dari varietas unggul.
C. Langkah Kerja
1) Penyiapan Lahan
a. Lahan untuk kangkung air
- Pembukaan Lahan
1) Buat jalan di sekitar lokasi kebun
2) Bersihkan (potong) rumput-rumput liar dan kumpulkan pada suatu tempat atau hamparkan secara merata diatas tanah.
3) Tanah diangin-anginkan selama 1-2 minggu

- Pengolahan Tanah
1) Buat saluran drainase di sekeliling petakan
2) Olah tanah dengan menggunakan cangkul atau bajak atau traktor sedalam 25-30 cm sambil membenamkan gulma.
3) Genangi tanah hasil pengolahan tadi selama kurang lebih 1 minggu.
4) Olah tanah untuk yang kedua kalinya dengan cara di garu hingga struktur tanahnya menjadi lumpur.
5) Pada keadaan agak becek buatlah bedengan-bedengan arah utara dan selatan selebar 80-100 cm, dan jarak antara bedengan 30-40 cm.

b. Lahan untuk Kangkung Darat
- Pembukaan Lahan
1) Dengan membersihkan lahan dari rumput liat (gulma) dan kerikil di sekitar kebun.

- Pengolahan Tanah
1) Olah tanah dengan cangkul sedalam 20-30 cm sambil di balik kemudian dikeringkan selama 1-2 minggu.
2) Olah tanah untuk kedua kalinya sambil membuat bedengan-bedengan selebar 60-100 cm dan jarak antar bedengan 30-40 cm.
3) Sebarkan pupuk kandang yang sudah matang sebanyak 20-30 ton atau pupuk organik super TW plus 4-5 ton sambil dicampurkan merata dengan tanah.
4) Ratakan permukaan bedengan sehingga akhirnya lahan siap tanam (ditanami).

D. Pemeliharaan Tanaman
a. Penyulaman
1. Kangkung air pada umur 5-10 hari setelah tanam biasanya sudah mulai tumbuh (bertunas), tanaman yang kurang baik pertumbuhannya atau mati, segera diganti dengan bibit yang baru.
2. Benih kangkung darat setelah 2-5 hari ditanam sudah mulai kerkecambah. Jika terdapat benih yang tidak tumbuh harus segera diadakan penyulaman dengan benih yang baru.


b. Penyiangan
1. Rumput-rumput liar yang tumbuh disekitar tanaman kangkung menjadi pesaing untuk memperoleh air, sinar matahari, dan unsur hara.
2. Penyiangan rumput-rumput liar ini dapat dilakukan dengan cara mencabutnya dengan menggunakan alat bantu, koret, dll.
3. Waktu penyiangan rumput-rumput liar ini snagat bergantung pada keadaan populasi dan pertumbuhan gulma tersebut.


Labels: Makalah

Thanks for reading Bertanam Kangkung. Please share...!

0 Komentar untuk "Bertanam Kangkung"

Yang sudah mampir wajib tinggalkan komentar

Back To Top