belajar dan berbagi

Kepribadian Sebagai Inti Pendidikan

Kepribadian Sebagai Inti Pendidikan
A. Pengertian Kepribadian
Kata Pribadi diartikan sebagai keadaan manusia orang per orang atau keseluruhan sifat-sifat yang merupakan watak manusia perorangan. Kepribadian adalah sifat hakiki yang tercermin pada sikap seseorang atau suatu bangsa yang membedakan dirinya dari orang/bangsa lain, sedangkan menurut tinjauan buku-buku psikologi kepribadian berasal dari kata personare (Yunani), yang berarti menyuarakan melalui alat. Di zaman Yunani kuno para pemain sandiwara bercakap-cakap atau berdialog menggunakan semacam penutup muka (topeng) yang dinamakan personal.

Adapun Mark A, M.Ag mengemukakan, bahwa kepribadian adalah nilai perangsang sosial seseorang, atau sesuatu yang ada pada seseorang yang memungkinkannya untuk memberi pengaruh kepada orang lain. Dalam pengertian yang lebih rinci Wiliam Stern mengemukakan bahwa kepribadian adalah suatu kesatuan banyak (unit multi cimplex) yang diarahkan kepada tujuan-tujuan tertentu dan mengandung sifat-sifat khusus seseorang yang bebas menentukan sirinya. Menurut Konstamon menyatakan kepribadian adalah sebagian keyakinan, Konstamon mengaitkan kepribadian dengan faktor keberagaman seseorang.
Tentunya masih banyak lagi pendapat yang memuat defenisi tentang kepribadian. Walaupun setiap pendapat berbeda-beda dari yang lain. Menurut Taymond Bernard Cattell, kepribadian adalah sesuatu yang memungkinkan prediksi tentang apa yang akan dikerjakan seseorang dalam situasi tertentu. Kepribadian mencakup semua tingkah laku individu baik yang terbuka (lahiriah) maupun yang tersembunyi (bathiniah).


B. Kepribadian Muslim
Kepribadian muslim dapat diartikan sebagai identitas yang dimiliki seseorang sebagai ciri khas dan tingkah laku sebagai muslim, baik yang ditampilkan dalam tingkah laku secara lahiriyah maupun sikap batiniyah. Tingkah laku lahiriyah seperti cara berkata-kata, berjalan, makan, minum dan lain-lain. Sedangkan batin seperti sabar, tekun, disiplin, jujur, amanat, ikhlas dan lain-lain.
Kepribadian muslim dapat dilihat dari kepribadian orang per orang (individu) dan kepribadian dalam kelompok masyarakat. Kepribadian individu meliputi ciri khas seseorang dalam sikap dan tingkah laku, serta kemampuan intelektual yang dimilikinya. Karena adanya unsur kepribadian yang dimiliki masing-masing, maka sebagai individu, seseorang muslim akan menampilkan ciri khasnya masing-masing. Dengan demikian akan ada perbedaan kepribadian antara seorang muslim dengan muslim lainnya.
Kalaulah individu merupakan unsur terkecil dari suatu masyarakat, maka tentunya dalam pembentukan kepribadian muslim sebagai umat akan sulit dipenuhi. Beranjak dari pernyataan tersebut, maka dalam upaya membentuk kepribadian muslim baik sebagai individu, maupun sebagai suatu ummah, adanya perbedaan tersebut bagaimanapun tak mungkin dapat dielakkan. Dalam kenyataannya memang dijumpai adanya unsur keberagaman (heterogenitas) dan homogenitas (kesamaan). Maka walaupun sebagai individu masing-masing kepribadian itu berbeda.

C. Proses Pembentukan
Dasar pembentukan kepribadian adalah Al-Qur’an dan hadist, sedangkan tujuan yang akan dicapai menjadi pengabdi Allah yang setia (Q.S 51:56), sebagai Tuhan yang wajib disembah. Sedangkan pengabdian dimaksud didasarkan atas tuntutan untuk menyembah kepada Tuhan yang satu: itulah dialah Tuhan kamu, tidak ada (yang berhak disembah) selain dia, pencipta segala sesuatu, maka sembahlah dia (Q.S. 6:102).
Pernyataan wahyu ini merupakan kerangka acuan dalam pembentukan kepribadian muslim sebagai ummah. Acuan ini berisi pernyataan, bahwa setiap muslim wajib menunjukkan ketundukan yang optimal kepada dzat yang menjadi sembahannya. Hal ini mengisyaratkan, bahwa setiap muslim wajib menjalankan perintah Allah Yang Maha Esa, apapun bentuknya. Dengan demikian, secara keseluruhan kaum muslimin mengacu kepada pembentukan sikap kepatuhan yang sama. Imbasnya diharapkan akan terbentuk sikap kepatuhan yang secara umum adalah sama.
Kepribadian secara utuh hanya mungkin dibentuk melalui pengaruh lingkungannya, khususnya pendidikan. Adapun sasaran yang dituju memiliki akhlak yang mulia. Tingkat kemuliaan akhlak erat kaitannya dengan tingkat keimanan. Pembentukan kepribadian muslim pada dasarnya merupakan upaya untuk mengubah sikap kerah kecenderungan kepada nilai-nilai keislaman.
Pembentukan kepribadian muslim merupakan pembentukan kepribadian yang utuh, menyeluruh, terarah dan berimbang. Dizaman permulaan Islam, khususnya dimasa Rasulullah SAW dan para sahabat, sosok kepribadian seperti itu (berakhlak mulia) telah pernah ada dan akan terus ada.

Kepribadian Sebagai Inti Pendidikan
Labels: Makalah

Thanks for reading Kepribadian Sebagai Inti Pendidikan. Please share...!

0 Komentar untuk "Kepribadian Sebagai Inti Pendidikan"

Yang sudah mampir wajib tinggalkan komentar

Back To Top